Infeksi Virus HIV Semakin Meningkat Setiap Tahun, Bagaimana Cara Penularan HIV Aids?
Dua bulan lalu, kabar melonjaknya HIV Aids di Indonesia cukup mengejutkan publik. Bukan karena penyakit ini sempat mengalami tren garis menurun, tetapi karena Kemenkes baru mengeluarkan data bahwa ada setidaknya 400 mahasiswa terjangkit HIV Aids di Kota Bandung.
Vaksin Covid-19 sempat dikatakan sebagai penyebab dari kabar buruk ini. Namun, Kominfo sudah mengonfirmasi adanya disinformasi tentang penyebab maraknya HIV Aids di Kota Kembang tersebut. Nyatanya, dalam 31 tahun belakangan, memang HIV Aids terus mengalami tren garis naik ke atas.
Padahal, semua orang sudah sangat paham bagaimana mengerikannya penyakit mematikan ini. Seakan tidak ada takutnya, kebanyakan orang terus mendekatkan diri kepada penyebab HIV Aids.
Kita akan mengulas kembali bagaimana penyakit mematikan ini bisa sangat mengerikan ketika menjangkit seseorang. Yuk, di simak baik-baik agar kamu mengerti mengapa HIV Aids harus dihindari!
Bagaimana cara penularan HIV Aids dan dari mana penyakit ini berasal?
Human Immunodefiency Virus (HIV) berasal dari Afrika Tengah dan dibawa oleh hewan sejenis simpanse. HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, setelah menyerang tubuh manusia, HIV akan menunjukkan beberapa gejala.
Jika gejala penyakit HIV tidak segera diobat, virus akan menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). AIDS adalah infeksi HIV stadium akhir dan ketika virus sudah berkembang sampai tahap ini, artinya tubuh manusia sudah kehilangan kemampuannya untuk melawan infeksi, melansir CDC.
Kabar buruknya, belum ada pengobatan untuk penyakit AIDS ini. Namun, penderita dapat menjalani berbagai terapi untuk membantunya berumur panjang dengan hidup sehat dan bisa menjaga pasangannya dari serangan virus HIV.
Dilansir Mayo Clinic, hingga saat ini, penularan HIV masih melalui hubungan seksual menular, melalui kontak dengan darah terinfeksi, lewat suntikan jarum, dan seorang ibu hamil bisa menularkan HIV Aids kepada anak di dalam kandungannya.
Setelah penularan, ciri-ciri terkena HIV akan terlihat pada penderita
Berbagai gejala HIV Aids akan dirasakan oleh penderitanya dalam waktu dua hingga empat minggu setelah penularan. Pada tahap ini, penderita sudah terkena HIV akut dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri pada sendi, ruam, diare, penurunan berat badan, sakit tenggorokan, batuk, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala penyakit HIV ini mungkin terasa ringan sampai penderita tidak menyadarinya, tetapi sebenarnya di dalam fase ini HIV sedang berkembang dengan pesat dan menyerang sel darah putih.
Setelah menyadari adanya virus HIV dalam tubuh, penderita harus segera mendapatkan pengobatan untuk memperbesar peluang hidup. Namun sebaliknya, jika tidak segera diobati, penyakit Aids disebabkan oleh virus ini akan muncul dalam kurun waktu delapan tahun.
Beberapa gejala Aids berbeda dengan infeksi awal virus HIV, penderita akan merasakan diare kronis, demam berulang, ruam kulit atau benjolan, gampang kelelahan tanpa sebab, sering berkeringat, penurunan berat badan, badan panas dingin, dan bintik-bintik putih di lidah serta mulut.
Bagaimana cara tes HIV Aids dan adakah cara untuk mencegahnya?
Dilansir CDC, tes HIV tersedia dalam tiga jenis, diantaranya tes antibodi/antigen, tes antibodi dan tes asam nukleat. Karena setelah penularannya virus HIV akan menyerang kekebalan tubuh, antibodi memiliki peran besar untuk menjalankan tes.
Tes antibodi dilakukan dengan mengambil sampel di dalam darah atau cairan mulut. Tes antibodi dapat dilakukan mandiri oleh seseorang dengan gejala infeksi. Jika ingin melakukan tes di laboratorium, tes antigen/antibodi dengan sampel yang sama akan dilakukan. Kedua tes ini memerlukan waktu paling lama 30 menit.
Tes asam nukleat sebagai bentuk pembuktian setelah melakukan dua tes lainnya, karena tes ini akan dilakukan setelah kedua tes di atas dinyatakan negatif. Jika kedua tes sebelumnya dinyatakan negatif untuk apa melakukan tes ini?
Seseorang yang melakukan tes pasti sudah memiliki gejala HIV di dalam tubuhnya, mereka memiliki kemungkinan untuk terpapar dan tes ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah virus sudah menyebar di dalam tubuhnya. Tes asam nukleat membutuhkan waktu beberapa hari karena harus melalui tahap penelitian di laboratorium.
Karena terdapat waktu inkubasi virus, HIV tidak bisa langsung terdeteksi segera setelah terpapar. Namun, tes asam nukleat dapat mendeteksi virus lebih cepat daripada dua tes lainnya, tes ini dapat mendeteksi HIV setelah 10 hingga 33 hari terpapar.
Jika menunggu tes hingga 10 hari terpapar, bukankah penanganannya akan terlambat? Maka dari itu, dokter menyarankan untuk segera menghubungi layanan kesehatan atau langsung mengunjungi dokter ketika seseorang telah mengalami gejala HIV dalam kurun waktu 72 jam.
Karena belum ditemukannya obat dari infeksi HIV, mencegah menjadi langkah paling penting dan caranya sangat mudah. Cukup dengan menghindari pergaulan bebas dan tindakan-tindakan tidak baik, seperti mengonsumsi narkoba dan obat-obat terlarang.
Dengan menghindari kedua hal tersebut, kamu akan terbebas dari penularan HIV Aids. Ingat, penyakin ini mematikan dan menular. Bukan hanya mematikan kamu, tetapi orang sekitarmu. Bahkan, orang tersayangpun bisa meregang nyawa ketika penyakit ini sudah bersarang di dalam tubuhnya.
Apakah dengan kata “mematikan” belum cukup membuat kamu mengerti bahwa penyakit ini sangat membahayakan? Atau kamu mau melihat orang-orang tersayangmu terkena HIV Aids dan tidak akan bisa sembuh selamanya?
HIV Aids telah menyebar luas di Indonesia dan kamu harus menjauhkan diri darinya. Jangan pernah mendekati orang-orang dengan pengaruh buruk atau kamu akan menyesal selamanya. Buka mata kamu, sebelum AIDS menutupnya!