Penyakit batuk pilek anak tak kunjung sembuh tengah menyebar di peralihan musim. Sebagai orang tua, harus mengetahui bagaimana mangatasi penyakit ini menyerang anak-anak.

Atasi Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh Pada Anak Dengan Cara Ini, Jangan Abai!

Dalam beberapa waktu belakangan ini, anak tidak hanya terserang penyakit gagal ginjal secara tiba-tiba. Namun, penyakit batuk pilek mulai muncul bersamaan dengan perubahan cuaca. Prakiraan cuaca dalam beberapa hari ini memang buruk dan akan bertahan hingga beberapa waktu ke depan.

Perubahan suhu ekstrim ini menyerang daya tahan tubuh anak dan membuat orang tua was-was. Dua penyakit ini memang biasa diderita anak, tetapi jika batuk dan pilek anak tak kunjung sembuh bisa membahayakan kesehatannya.

Penyakit ringan juga perlu diwaspadi sebelum menjadi penyakit yang mengancam kesehatan pada anak, apalagi anak-anak masih rentan terhadap berbagai penyakit dan mudah terserang virus. Oleh karena itu, Ibu dan Ayah harus mengenali bagaimana penanganan batuk dan pilek pada anak.

Bagaimana demam, batuk, dan pilek menyerang anak-anak?

Flu dan pilek merupakan dua hal berbeda, tetapi keduanya ini cenderung sulit dibedakan karena gejalanya mirip. Namun, perbedaan mendasar di antara flu dan pilek adalah penyebabnya. Flu disebabkan oleh virus influenza. Pilek lebih dikenal dengan flu biasa.

Pilek adalah flu biasa yang disebabkan oleh beberapa virus, seperti parainfluenza dan rhinovirus. Flu akan memberikan gejala lebih kompleks dibandingkan dengan pilek. Pilek tidak menyebabkan penyakit lanjutan serius seperti pneumonia, rawat inap, atau infeksi bakteri berbahaya dan flu dapat menyebabkan penyakit komplikasi lainnya, melansir CDC.

Gejala pilek akan muncul satu sampai tiga hari setelah terpapar. Dilansir Mayo Clinic, pilek menyerang orang dewasa setidaknya dua sampai tiga kali dalam setahun. Bayi dan anak-anak lebih mudah terserang virus ini karena sistem kekebalan tubuhnya belum kuat.

Pilek akan ditandai dengan berbagai gejala, seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit badang atau kepala ringan, demam, bersin, dan batuk. Kebanyakan orang akan segera sembuh dalam kurun waktu satu minggu hingga 10 hari.

Karena pilek merupakan penyakit ringan, pengobatannya dapat dilakukan hanya dengan membeli obat-obatan biasa dan dirawat di rumah. Namun, jika sudah terlihat gejala-gejala lanjutan, penderita harus segera menemui dokter.

Terutama untuk anak-anak, orang tua harus segera meminta bantuan medis sudah terjadi tanda-tanda seperti berikut:

  • Gejala flu dan batuk semakin parah,
  • Gejala sakit tenggorokan, dan sakit kepala tidak kunjung reda,
  • Demam berlangsung hingga lebih dari dua hari dan terus meningkat,
  • Bayi baru lahir yang terkena pilek harus di bawa ke dokter ketika suhu tubuh sudah mencapai 38 C lebih dari dua hari hingga dua minggu,
  • Anak kesulitan bernapas dan sakit telinga,
  • Karena badan terasa sangat tidak nyaman, anak akan rewel berlebihan dan merasakan kantuk luar biasa,
  • Ketika pilek semakin parah, anak menjadi kurang nafsu makan.

 

Jangan abai jika anak sudah menunjukkan gejala-gejala lanjutan, karena bisa menyebabkan penyakit pilek (flu biasa) menjadi menyebabkan penyakit lainnya atau flu berat. Apalagi sudah disertai dengan demam dan batuk.

Virus ini dapat menular melalui mulut, hidung, atau mata. Oleh sebab itu, hindari kontak anak lainnya dengan anak yang sakit agar virus tidak menyebar. Virus tidak hanya menyebar melalui kontak fisik, tetapi juga melalui kontaminasi barang yang pernah digunakan oleh penderita.

Begini cara menyembuhkan demam, batuk, dan pilek pada anak

Cara megobati pilek dapat dilakukan dengan memberikan acetaminophen dan ibuprofen sesuai dengan petunjuk penggunaan obat dari medis. Hindari menggunaan aspirin agar tidak menimbulkan penyakit lainnya pada anak.

Di Indonesia, OBH batuk pilek merupakan salah satu obat yang dapat di konsumsi. OBH tidak hanya menyediakan sirup batuk pilek dewasa, mereka juga mengeluarkan varian untuk anak-anak dan sudah terbukti ampuh meredakan gejala batuk dan pilek.

Penanganan sementara ini dapat dilakukan oleh orang tua di rumah dengan tetap memberikan anak asupan gizi seimbang agar obat dapat membantu penyembuhan. Obat pilek sebenarnya bukan untuk menyembuhkan atau menghilangkan virus, tetapi untuk meredakan gejala-gejala yang membuat tubuh tidak nyaman, melansir Kids Health.

Dilansir Detik Health, selain mengonsumsi obat-obatan, cara menyembuh pilek dengan cepat dilakukan dengan mengonsumsi banyak cairan (teh, jus, dan air putih), makan sup berisi sayur-sayuran, konsumsi yogurt untuk mendapatkan kandungan probiotik bagi tubuh, terapi uap panas, dan mandi dengan air hangat.

Lalu, bagaimana mengatasi pilek agar tidak menyerang anak?

Setelah tahu bagaimana cara mengobati pilek dengan cepat, orang tua juga harus mengetahui cara mengatasi pilek. Karena seperti kata pepatah lama, “mencegah lebih baik daripada mengobati.”

Karena virus bisa datang dan menyerang siapa saja, hindari kontak dekat dengan penderita. Selain itu, biasakan hidup sehat pada anak. Gaya hidup sehat dapat dimulai dengan mencuci tangan dengan sabun setelah dari luar rumah, sebelum dan sesudah makan, mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, banyak minum, dan ajak anak berolahraga ringan.

Jika orang tua sedang sakit, hindari menyentuh mulut, hidung, atau bagian tubuh anak lainnya. Hindari penggunaan barang yang sama, dan jangan mengajak anak keluar rumah. Dengan membiasakan anak untuk terus hidup sehat, kekebalan tubuh akan semakin kuat dan virus tidak mudah masuk ke dalam tubuh.