Kenali Ciri-ciri Omicron XBB

Kenali Ciri-ciri Omicron XBB, Apakah Vaksin Sudah Tidak Mampu Menangkalnya?

Sejak kemunculannya, Covid-19 terus berkembang dengan sangat pesat. Indonesia termasuk salah satu negara terdampak Covid-19 dan masa-masa paling buruk berada di tahun 2021 hingga pertengahan 2022.

Karena, setelah itu pemerintah Indonesia mulai melonggarkan protokol kesehatan dengan mengeluarkan aturan untuk memperbolehkan masyarakat tidak memakai masker ketika berada di luar rumah.

Dengan dikeluarkan aturan ini, masyarakat sudah diharuskan untuk mulai terbiasa dengan Covid-19. Setelah aturan itu keluar, Covid-19 seakan dilupakan, tetapi tidak pernah berhenti berkembang.

Hingga kini sudah banyak sekali varian Covid-19 muncul di Indonesia dan ketakutan mulai muncul kembali di tengah masyarakat. Salah satu variannya yang menakutkan adalah Omicron.

Bagaimana kemunculan dan ciri-ciri Omicron?

Kemunculan Omicron pada 2021 lalu menjadi tanda bahwa Covid-19 masih jauh dari kata selesai. Karena, Omicron hadir dan berkembang dengan pesat menyerang seluruh masyarakat di seluruh belahan dunia.

Omicron memang tidak lebih membahayakan dari varian Covid-19 lainnya, tetapi penyebarannya melebihi varian-varian Covid-19 yang telah muncul sebelum Omicron. Penyebarannya masih dapat ditekan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Gejala covid Omicron tidak berbeda dengan gejala varian Covid-19 lainnya, seperti pilek, kelelahan, demam, batuk, sakit kepala, dan nyeri pada tenggoroakn, melansir Unicef. Pengobatannya pun masih sama dengan pengobatan Covid-19 pada umumnya.

Dilansir CNBC Indonesia, pengobatan covid Omicron dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat antivirus yang sudah disetujui oleh Kemenkes yaitu Molnupiravir, Remdesivir, Paxlovid, dan Favipiravir. Kemudian, seseorang yang terjangkit Omicron dianjurkan minum vitamin D, D, dan Zinc.

Di samping itu, dokter juga menganjurkan untuk rajin mencuci mulut dan hidung agar terhindar dari bakteri serta kuman. Di pagi hari, penderita bisa berjemur di bawah matahari pagi untuk meningkatkan sistem imunitas.

Karena anak-anak juga rentan terkena Omicron, pengobatan covid pada anak dilakukan dengan isolasi mandiri. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan syarat-syarat agar seorang anak dapat melakukan isolasi mandiri. Adapun syarat-syarat yang dimaksud sebagai berikut:

  • Memiliki gejala ringan, seperti pilek, demam, diare, ruam, muntah, dan batuk
  • Anak memiliki perilaku yang aktif
  • Anak tidak mengalami gejala (asipmtomatik)
  • Lingkungan rumah harus memiliki penyaring udara yang baik
  • Anak tersebut masih bisa makan dan minum
  • Orang tua harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh dua kali sehari

Cara pengobatan Covid-19 pada anak hampir sama dengan orang dewasa, tetapi dibedakan dengan perlunya pemantauan ekstra dari orang tua. Karena ketika melakukan perawatan covid di rumah, anak akan sulit hanya berdiam diri di ruangannya, melansir RSA UGM.

Kemunculan Subvarian Omicorn di Indonesia

Belum mulai beradaptasi dan berusaha menerima varian Omicron, subvarian Omicron sudah muncul dengan nama XBB. Dilansir CNN Indonesia, subvarian XBB ditemukan di Surabaya pada perempuan berusia 29 tahun. Ia baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Timur.

XBB diduga telah menuangkan minyak di atas api Covid-19 yang sudah menyala-nyala. Pasien Covid-19 di Indonesia kembali meningkat bersamaan dengan munculnya subvarian Omicron ini. XBB pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022 di India. Dengan pesat, XBB menyebar hingga ke banyak negara, mulai dari Jepang, Denmark, Bangladesh, Amerika Serikat, Australia, Thailand, Fillpina, dan Indonesia.

Para ahli kesehatan sudah sepakat, gejala yang ditimbulkan oleh XBB masih dapat dikatakan ringan dan tidak berbeda jauh dengan varian Covid-19 lainnya dan hingga saat ini belum ada pengobatan covid terbaru. Jadi, setiap pasien masih menggunakan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang sama.

Sama seperti varian baru lainnya, XBB memang memberikan gejala ringan, tetapi penyebarannya bisa menjegal virus-virus sebelumnya. Sebagai pengingat, ketika Omicron muncul, virus tersebut juga menyebar lebih cepat dibandingkan virus sebelumnya.

Kini XBB menyebar lebih cepat dari varian Omicron. Artinya, setiap varian baru virus Covid-19 tidak bisa diabaikan seringan apapun gejala yang ditimbulkannya. Karena, nyatanya penyebarannya lebih mengerikan.

Karena itu, pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Karena, setelah Indonesia sempat berada pasa masa tenang, kasus XBB membuatnya kembali meningkat, setidaknya ada 24 orang terpapar virus selama kasus ini diumumkan pertama kali, melansir Kompas.

Dilansir CNBC Indonesia, Kelebihan lain dari subvarian Omicron XBB ini menjadi kabar buruk bagi masyarakat Indonesia. Telah ditemukan, varian ini merupakan virus paling kebal terhadap vaksin. Salah satu mantan organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah menganjurkan Indonesia untuk menyediakan vaksin terbaru Covid-19.

Indonesia diminta segera mempersiapkan vaksin bivalen. Vaksin ini sudah digunakan di dua negara, yaitu Singapura dan Australia. Mengingat vaksin bivalen merupakan hasil pengembangan, vaksin ini dianggap efektif untuk meredakan Omicron XBB.

Petinggi WHO tersebut mengharapkan Indonesia tidak terlambat menyediakannya, karena penyebaran Omicron XBB di Singapura sangat masif dalam waktu lebih dari setengah tahun. Jika vaksin baru muncul ketika penyebaran tidak terkendali, Indonesia akan mengalami fase gelombang ketiga Covid-19.

Sayang, masyarakat sudah telanjur bersenang-senang dengan longgarnya protokol kesehatan, tetapi Covid-19 kembali muncul kepermukaan seakan menunjukkan eksistensinya yang tidak pernah hilang. Munculnya Omicron XBB diharapkan dapat menyadarkan bahwa kita semua harus hidup berdampingan dengan Covid-19, bukan melupakannya.

Oleh karena itu, protokol kesehatan seperti menggunakan masker di tengah keramaian, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap harus dijalankan.