7 Gejala Asam Urat yang Wajib Diketahui, Salah Satunya Ada Benjolan di Sekitar Sendi
Asam urat pada dasarnya merupakan sisa metabolisme purin dari makanan. Kadar asam urat normal pada laki-laki adalah 3,4-7,6 mg/dL, 2,4-6,0 mg/dL pada perempuan, dan 20-5,5 mg/dL untuk anak-anak. Pada kondisi normal, asam urat akan larut ke dalam darah dan dikeluarkan melalui urin.
Penyebab asam urat terjadi karena adanya penumpukan asam urat di dalam tubuh. Saat kadar asam urat tinggi dan menumpuk, asam urat bisa menjadi kristal tajam di sekitar sendi. Kondisi penumpukan asam urat di dalam tubuh inilah yang memicu penyakit asam urat (gout) yang menyerang sendi.
Pemicu asam urat tinggi bisa jadi karena faktor pertambahan usia, jenis kelamin, genetik, obesitas, kondisi medis tertentu, konsumsi makanan yang tinggi purina (daging merah, seafood, jeroan, dll), atau karena konsumsi obat tertentu.
Penyakit asam urat umumnya diderita oleh laki-laki berusia diatas 30 tahun. Namun penyakit ini juga bisa menyerang wanita, terutama setelah menopouse. Penyakit ini bisa menyerang sendi-sendi pada jari tangan, jari kaki, lutut, serta pergelangan kaki.
Jika tidak segera ditangani, gejala yang dialami oleh penderita asam urat bisa terjadi berulang kali bahkan semakin memburuk. Selain menyebabkan radang pada sendi, penumpukkan asam urat juga dapat terbentuk di ginjal serta saluran kemih. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti batu ginjal (nefrolitiasis) dan infeksi saluran kandung kemih.
Salah satu cara untuk mencegah asam urat semakin parah adalah dengan mengetahui ciri-ciri penyakit asam urat sejak dini.
Apa Saja Gejala Penyakit Asam Urat
Gejala atau tanda-tanda asam urat biasanya hanya terasa pada salah satu sendi pada satu waktu. Misalnya asam urat di kaki biasanya terasa nyeri di jempol kaki, pergelangan kaki atau lutut. Berikut merupakan 7 gejala asam urat yang sudah Dokteria.Id rangkum.
1. Jempol Kaki Terasa Nyeri
Saat asam urat menumpuk, kristal hasil penumpukan sisa metabolisme purin dapat mengendap pada jempol kaki. Kristal ini kemudian akan diserang oleh tubuh karena dianggap sebagai benda asing sehingga menyebabkan nyeri pada jempol kaki.
Nyeri yang tidak wajar pada jempol kaki dapat disertai dengan rasa hangat dan kemerahan di jempol kaki. Ketika jempol menyentuh permukaan benda bisa terasa menyakitkan, sekalipun pada permukaan yang lembut.
2. Nyeri di lutut, siku, pergelangan tangan dan kaki
Pengendapan kristal juga bisa terjadi pada sendi lutut, siku. Maupun pergelangan tangan dan kaki Jadi, jangan remehkan rasa nyeri pada daerah sendi ya!
Meskipun sebagian besar penderita mengalami rasa nyeri pada salah satu sendi, namun sekitar 25 persen pasien mengalami gejala poliartikular, yaitu gejala asam urat yang menyerang lebih dari satu sendi secara bersamaan.
3. Rasa nyeri bertambah pada malam hari
Sakit asam urat bisa bertambah nyeri pada malam hari. Hal ini disebabkan karena saat malam, suhu tubuh cenderung lebih rendah daripada suhu udara. Selain itu, saat tidur pasien biasanya mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Sehingga kristal akan lebih mudah menumpuk dan menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan.
Kondisi sleep apnea atau ngorok juga dapat meningkatkan risiko asam urat kambuh pada malam hari. Karena pada saat ngorok, tubuh mengalami kekurangan oksigen sehingga purin mempercepat pemecahan purin menjadi kristal asam urat. Gejala asam urat pada malam hari sering dirasakan mulai tengah malam hingga pukul 08.00 pagi.
4. Sendi sulit digerakkan
Ketika asam urat semakin parah, pasien bisa kesulitan untuk beraktivitas bahkan untuk menggerakkan tangan atau berjalan. Hal ini disebabkan karena penumpukkan kristal tajam yang membuat sendi menjadi nyeri dan bengkak. Sehingga sendi terasa kaku dan sulit digerakkan.
5. Terdapat benjolan di sekitar sendi
Biasanya, saat asam urat semakin parah, kristal-kristal semakin menumpuk dan mengeras sehingga dapat mengubah bentuk sendi seperti benjolan (tophi). Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas serta estetika pada tubuh pasien.
Benjolan ini dapat berkembang pada persendian, kulit, serta jaringan lunak pada tubuh. Benjolan permanen akibat penumpukkan asam urat bisa merusak sendi sehingga membutuhkan perawatan yang intensif.
Penanganan benjolan pada sendi berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahannya. Bisa dengan cara modifikasi diet, konsumsi obat, maupun pembedahan atau operasi.
6. Kulit berwarna kemerahan dan terasa panas
Kelebihan asam urat pada tubuh bisa menyebabkan kristal menumpuk sehingga sendi mengalami peradangan. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya vasodilatasi atau peningkatan aliran darah menuju sendi sehingga kulit akan berwarna kemerahan.
Biasanya, warna merah pada sendi juga disertai rasa panas sebagai efek dari peradangan tersebut. Peradangan pada sendi akan meningkatkan aliran darah sehingga sendi terasa lebih hangat.
7. Tenaga Berkurang
Sakit asam urat bisa menjadikan pasien lebih cepat mengalami kelelahan dan kurang bertenaga. Gejala ini mirip seperti seseorang yang sedang terkena penyakit flu disertai demam dan nyeri otot.
Itulah gejala-gejala penyakit asam urat yang perlu diwaspadai. Jika Anda merasakan gejala yang serupa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan diagnosis lanjutan seperti tes darah, tes urin, tes cairan sendi, serta tes pencitraan. Sehingga Anda akan mendapatkan perawatan yang tepat.
Dokteria.id dapat membantu Anda melakukan pengecekan asam urat di rumah dan melayani konsultasi online secara gratis. Dengan begitu, Anda dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penyakit asam urat yang berbahaya.