Jaga Kesehatan Lansia untuk Ciptakan Hidup Bahagia di Masa Tua!
Proses penuaan memang merupakan proses alami yang tidak mungkin bisa dihindarkan. Semua orang pasti akan melewati proses tersebut. Namun, apakah ia akan tetap sehat di masa tua menjadi pilihan masing-masing orang. Tidak hanya dirinya sendiri, kebahagiaan lansia di masa tua juga tanggung jawab orang terdekatnya.
Ketika kita sudah ada di masa tua, bagaimana kehidupan kita nantinya sangat bergantung dengan pola hidup di masa muda. Kesehatan lansia akan dipengaruhi gaya hidup, mulai dari makanan hingga pola hidup sehari-hari.
Di masa tuan anti, sistem kekebalan tubuh akan menurun dan kita menjadi rentan akan penyakit. Ketika sakitpun, perawatan lansia akan jauh berbeda dengan perawatan di usia muda. Karena perbedaan sistem kekebalan tubuh yang tidak lagi sama. Oleh karena itu, semasa muda kita harus menerapkan pola hidup sehat agar menjadi seorang lansia sehat nantinya seperti Ratu Elizabeth II yang tetap sehat hingga umur 96 tahun.
Siapa yang tidak memimpikan hidup sehat dan umur panjang? Bahkan, setiap berulang tahun doa tersebut akan selalu terucap dari diri kita dan orang sekitar. Selain menjalani kehidupan yang sehat di masa muda, kita juga harus mengetahui penyakit pada lansia. Dengan mengetahui penyakit degeneratif pada lansia, kita bisa lebih berhati-hati.
1. Penyakit Jantung
Salah satu penyakit yang rentan menyerang lansia adalah penyakit jantung. Menurut CDC, penyakit jantung masih menjadi penyebab utama yang meningkatkan angka kematian seseorang di atas 65 tahun.
Dilansir Every Day Health, bersamaan dengan bertambahnya usia seseorang, ia akan hidup bersama beberapa faktor risiko seperti kolestrol dan tekanan darah tinggi. Karena faktor ini, lansia semakin rentan terkena penyakit jantung.
2. Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit umum yang sering diderita oleh lansia. Untuk menghindarinya, semasa muda seseorang harus hidup sehat dan tidak melakukan kegiatan yang memperburuk keadaan seperti merokok, minum alcohol, dan kegiatan lainnya.
3. Osteoporosis
Seiring bertambahnya usia, tulang mengalami regenerasi. Semakin tua, tulang baru tidak lagi tumbuh untuk menggantikan tulang lama. Selain penyebab alami, osteoporosis sering dialami oleh lansia karena hal berikut ini:
• Di masa muda, tidak memanfaatkan waktu untuk latihan fisik untuk menjaga kepadatan tulang,
• Kurang asupan vitamin D dan kalsium di dalam tubuh,
• Pada wanita, osteoporosis dapat disebabkan karena kurangnya hormon estrogen dan pria kekurangan hormon androgen.
4. Pneumonia dan Penyakit Pernapasan
Karena menurunnya sistem kekebalan tubuh, penyakit pernapasan dan pneumonia dapat dengan mudah menyerang lansia. Maka, dianjurkan minum vitamin, mendapatkan suntikan flu tahunan, dan vaksin pneumonia.
5. Obesitas dan Depresi
Obesitas dan Depresi tidak hanya mudah menjangkit lansia, tetapi juga kalangan muda. Namun, kedua penyakit ini terjadi di masa tua karena tidak menjaga kesehatan waktu muda.
Keduanya ini bisa sangat membahayakan, karena tidak peduli bagaimana umurnya, obesitas dan depresi bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan benar.
Penyakit-penyakit lansia tersebut masih dapat dicegah selama bisa menerapkan hidup sehat di masa muda hingga tuan anti. Ketika kita sudah menginjak lansia, perawatan dan pelayanan khusus akan diberikan. Karena, lansia juga memiliki hak untuk hidup sehat dan hidup panjang.
Bagaimana perawatan dan pelayanan untuk kesehatan lansia harus dilakukan?
Cara merawat lansia agar tetap hidup sehat baik secara fisik dan mental dapat dilakukan dengan tetap aktif bergerak melakukan kegiatan fisik, seperti berenang, jalan cepat, berlari-lari ringan, yoga, dan latihan keseimbangan. Menjaga aktivitas fisik akan membantu memperlambat penuaan dan mengurangi risiko terkena penyakit.
Menjadi lansia, bukan berarti tidak merawat diri dan tubuh sendiri. Berat badan ideal tetap harus dipertahankan walaupun umur sudah tua. Orang-orang yang merawat lansia juga harus menyadarinya. Jika, tubuh lansia disekitarnya berada di bawah berat badan normal, itu bisa jadi tanda suatu penyakit tengah menyerangnya.
Menjaga berat badan tentu dengan terus mengonsumsi makanan sehat dan menjaga istirahat cukup setiap harinya. Dilansir Hello Sehat, perawatan lanjut usia memang lebih kompleks untuk tetap mendapatkan waktu istirahat berkualitas selama hidupnya.
Untuk mendapatkan kualitas istirahat yang baik, sebaiknya menghindari cahaya terang ketika tidur malam dan menggantikannya dengan lampu ber-watt rendah. Selain itu, pastikan kamar tidur bersuhu ruangan rendah, gelap, dan tenang.
Ketika beraktivitas, kurangi penggunaan gawai sehari-hari dan ganti dengan aktivitas membaca buku atau aktivitas yang jauh dari gawai lainnya. Dianjurkan, lansia menghindari kegiatan di dalam kamar dan lebih baik melakukan kegiatan di luar kamar yang mendapatkan cahaya cukup, udara segar, dan suasana tenang.
Menjaga hubungan baik dengan orang sekitar merupakan salah satu kiat untuk hidup sehat dan bahagia di usia tua. Manusia sejatinya makhluk sosial yang memerlukan manusia lain untuk saling berinteraksi.
Di Indonesia sendiri, lansia menjadi penerima layanan kesehatan terdepan untuk meningkatkan angka kehidupannya. Salah satu contoh kasusnya adalah penerimaan pengobatan dan vaksin, medis akan mendahulukan para lansia. Bahkan, di tempat umumpun, lansia akan mendapatkan pelayanan istimewa. Hidup sehat di waktu muda akan menjadikan kita lansia yang bahagia di waktu tua.