6 Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bunda Harus Hindari!
Ibu hamil wajib memerhatikan makanan yang ia konsumsi setiap hari. Karena segala sesuatu yang diserap oleh ibu, akan memengaruhi perkembangan janin di dalam tubuh. Terdapat berbagai larangan ibu hamil yang harus diperhatikan agar tidak terjadi masalah kesehatan, diantaranya yaitu perlu memerhatikan makanan yang dilarang untuk ibu hamil.
Ternyata, tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain mempertimbangkan nutrisi dan efek sampingnya, ibu hamil juga perlu memperhatikan zat pada makanan yang justru bisa membahayakan janin.
Salah satu yang penting diperhatikan saat masa kehamilan adalah konsumsi sayuran untuk ibu hamil. Meskipun dalam kondisi normal sayuran dapat menyehatkan tubuh, namun terdapat beberapa sayuran yang mengandung zat berbahaya jika dikonsumsi saat hamil.
Berikut merupakan jenis-jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil:
1. Pare
Meskipun pare memiliki banyak nutrisi, seperti vitamin, mineral, karbohidrat, dan antioksidan, namun ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak mengkonsumsi sayur pare. Beberapa ahli bahkan menyebutkan bahwa pare termasuk salah satu makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil.
Hal ini dikarenakan pare memiliki senyawa kimia yang dapat memicu konstraksi di dalam rahim, sehingga bisa menyebabkan risiko keguguran pada ibu hamil. Tidak hanya itu, meminum jus pare juga ternyata dapat menyebabkan perdarahan dan meningkatkan risiko bayi terlahir prematur.
Selain dilarang mengkonsumsi saat sedang hamil, para ahli juga menyarankan untuk menghindari memakan sayur pare saat masa menyusui. Jika terdapat efek samping setelah memakan pare, seperti sakit perut, kontraksi, atau diare, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
2. Tauge Mentah
Tauge mentah termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil, karena bisa memicu berbagai risiko yang membahayakan ibu hamil. Menurut Food and Drug Administration (FDA), di dalam tauge mentah terdapat berbagai bakteri yang bisa mengganggu kesehatan ibu hamil.
Bakteri yang terkandung dalam tauge mentah diantaranya yaitu bakteri salmonella, ecolli, dan listeria. Bakteri tersebut dapat masuk melalui celah kulit tauge ke dalam biji tauge.
Saat memakan tauge mentah, ibu hamil bisa mengalami kram, mual, diare, dan demam. Terdapat risiko besar jika ibu hamil memakan tauge mentah, antara lain dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, infeksi pada bayi baru lahir, bahkan bisa terjadi lahir mati atau stillbirth.
3. Daun Pepaya
Meskipun pepaya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, namun daun pepaya termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil muda (trimester 1 dan 2), terutama pada ibu hamil yang memiliki darah tingi.
Berdasarkan penelitian yang terbit dalam Asian Research Journal of Gynaecology and Obstetrics, ekstrak daun pepaya mengandung zat aktif yang bisa menjadi racun untuk rahim. Konsumsi daun pepaya secara berlebihan dapat memicu kelahiran prematur, keguguran, dan meningkatkan darah tinggi.
Kandungan papain dalam daun pepaya dapat meniru senyawa prostaglandin dan oksitosin yang dapa merangsang kontraksi, sehingga meningkatkan risiko kelahiran prematur dan keguguran. Selain itu, zat aktif papain juga dapat melemahkan membran penting yang diperlukan oleh janin.
Terkadang, proses memasak daun pepaya yang kurang bersih dan matang dapat menimbulkan risiko alergi. Oleh karena itu, sebelum memasak daun pepaya, pastikan getah yang menempel pada daun pepaya benar-benar hilang dan bersih.
4. Pepaya Muda
Mengkonsumsi buah pepaya memang baik untuk ibu hamil, namun itu tidak berlaku untuk pepaya muda. Memakan pepaya muda yang masih berwarna kehijauan termasuk salah satu larangan ibu hamil trimester pertama.
Papain dan getah yang terkandung dalam pepaya muda seringkali dianggap oleh tubuh sebagai prostagladin dan oksitosin atau zat yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Sehingga mengkonsumsi pepaya muda dapat menyebabkan bayi prematur atau kelahiran sebelum waktunya.
Selain itu, konsumsi pepaya muda pada ibu hamil dapat memicu kejang rahim, perdarahan, dan risiko keguguran. Daripada memakan pepaya muda, ibu hamil justru disarankan untuk mengkonsumsi buah pepaya yang sudah benar-benar matang.
5. Jengkol
Sebenarnya, konsumsi jengkol pada batas wajar tidak mengganggu kesehatan ibu hamil. Namun, beberapa ahli menyatakan jengkol termasuk sayuran yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil dalam jumlah yang banyak.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Global Health Action, konsumsi jengkol yang terlalu banyak saat hamil dapat menyebabkan masalah saat proses kelahiran. Aroma menyengat yang dimiliki jengkol serta rasanya yang pahit dapat mengganggu perkembangan janin di dalam rahim, serta menyulitkan proses kelahiran bayi.
Selain itu, terlalu banyak makan jengkol dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan gejala nyeri perut, oliguria (urine sedikit), hematuria (kencing berdarah), dan disuria (anyang-anganyan).
Jika sangat ingin memakan jengkol, sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi jengkol lebih dari 100 gram setiap sebulan atau dua bulan sekali agar terhindar dari masalah kesehatan selama kehamilan.
6. Pete
Terlalu banyak mengkonsumsi pete diketahui dapat menyebabkan gangguan ginjal dan menggangu sistem pencernaan. Oleh karena itu, pete termasuk salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil.
Kandungan protein dan amonia yang tinggi pada pete menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring makanan. Cara pengolah pete yag salah juga dapat mejadikan sistem pencernan sulit memecah karbohidrat kopleks yang terkandung dalam pete, sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Itulah enam jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil. Sebaiknya, Ibu hamil lebih bijak dalam memilih makanan serta rutin berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari risiko kesehatan selama kehamilan.