Merawat Luka Penting Dilakukan, Ini Tujuan Perawatan Luka Agar Tidak Infeksi!
Apakah kamu pernah mengalami luka ketika berolahraga hingga menimbulkan nanah? Sudah tahu bagaimana cara tepat perawatannya agar tidak terjadi infeksi luka?
Mungkin, bagi kebanyakan orang merawat luka bukanlah hal mudah dan ketika terluka bisa panik melihat darah mengucur dari area luka. Kepanikan bisa menyebabkan penanganan tidak tepat dan luka menjadi infeksi hingga mengeluarkan nanah.
Melalui ulasan ini, kamu akan mengetahui bagaimana cara merawat luka agar tidak sampai bernanah dan terinfeksi.
Merawat luka dengan metode RICE: Rest, Ice, Compression, Elevation
Dilansir Mount Elizabeth, perawatan luka akibat cedera ketika berolahraga dapat dilakukan dengan empat metode. Keempat metode ini digunakan sebagai penanganan awal agar luka tidak sempat berkembang menjadi lebih parah.
Dalam fase luka terdapat tahapan yang akan dilewati, seperti pembengkakan dan kemerahan. Kedua fase ini akan menyebabkan sakit pada luka. Setelah mengalami luka, segera istirahat dan menghentikan segala aktivitas fisik setidaknya dua hari pertama. Hindari luka dari sentuhan benda asing.
Kemudian, kompres luka dengan es selama 15 – 20 menit setiap 2 – 3 jam. Kompres luka selama dua hari. Adanya rasa dingin yang ditimbulkan oleh es akan mengurangi bengkak dan rasa sakit pada kaki. Gunakan handuk untuk mengompres luka.
Setelah itu, penanganan selanjutnya dilakukan dengan membungkus luka dengan perban medis untuk menghindari bengkak. Agar aliran darah tidak berhenti tiba-tiba, luka jangan dibungkus terlalu ketat.
Metode keempat dilakukan dengan mengangkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari dada. Dengan begitu denyut, nyeri, dan bengkak akan berkurang.
Jika penanganan awal berjalan degan baik, peradangan akan mereda. Kamu bisa melakukan Gerakan sendi ringan untuk memperbaiki kekuatan tubuh yang terluka tersebut. Cukup melakukan latihan ringan, karena bagian tubuh belum sembuh total.
Namun, jika penanganan awal tidak tepat, luka akan semakin memburuk dan menyebabkan nanah keluar dari area tersebut atau terjadi luka infeksi.
Apa tujuan perawatan luka?
Perawatan luka harus dilakukan segera setelah seseorang terluka. Karena, luka yang terbuka akan memudahkan bakteri dan kuman masuk. Ketika sudah banyak bakteri dan kuman jahat masuk ke dalam tubuh, bisa menyebabkan penyakit yang lebih kompleks dari sekadar luka.
Dalam tahap penyembuhan luka, akan keluar nanah dari area tersebut. Namun, jika penanganan luka nanah tidak berjalan dengan baik, bisa membahayakan. Luka nanah biasanya akan dialami oleh orang-orang dengan kondisi seperti berikut:
- Pernah memiliki penyakit diabetes, HIV Aids, kanker, dan obesitas
- Aktif merokok
- Luka terjadi pada seseorang yang berusia lebih dari 65 tahun
- Luka disebabkan oleh gigitan manusia, hewan, atau disebabkan oleh benda kotor
- Tidak mendapatkan penanganan tepat
- Sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik
- Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid
Cara mengobati luka bernanah memiliki aturannya sendiri. Jika tidak dilakukan seperti tata cara penanganan yang benar, infeksi akan menyebabkan komplikasi lebih parah. Dilansir Health Line, infeksi menjadi kronis ketika sudah berjalan 2 – 3 bulan tanpa adanya upaya penyembuhan atau luka belum reda.
Komplikasi lain dapat terjadi, diantaranya :
• Seluitis, infeksi pada lapisan kulit dalam,
• Osteomielitis, infeksi pada tulang atau sumsum tulang,
• Tetanus,
• dan infeksi nekrotikans yang menyebabkan hancurnya jaringan kuli dan otot di area luka.
Jika sudah mengeluarkan nanah, bagaimana cara mengobati luka infeksi tersebut?
Penyebab luka bernanah adalah infekti bakteri staphylococcus aureus. Sebelum mengunjungi dokter, cara menyembuhkan luka bernanah yang bisa dilakukan di rumah ialah sebagai berikut:
1. Kompres luka dengan air hangat
Cara mengatasi luka bernanah agar tidak semakin parah pertama adalah memberi kompres air hangat dengan handuk ringan dan lembut agar tidak menginfeksi luka. Dengan kompres ini, luka akan lebih cepat kering.
Kamu bisa melakukannya selama 10 menit setelah tiga hari nanah keluar dari area luka. Jangan terlalu sering memberikan kompres agar luka tidak lembab. Setelah di kompres, luka harus dikeringkan dengan kasa steril. Jika luka lembab, bakteri mudah berkembang biak.
2. Jangan mengeluarkan nanah secara paksa
Mungkin kamu berpikir, semakin cepat nanah keluar akan semakin baik. Namun, itu pemikiran salah. Jangan coba-coba mengeluarkan nanah secara paksa dan sengaja dengan menekan area luka menggunakan tangan atau benda lainnya.
Tangan dan benda tersebut memiliki kotoran yang dapat menginfeksi. Akibatnya, nanah keluar semakin banyak dan menjadi semakin parah. Jika tidak segera diobat, kompiklasi akan terjadi karena sebuah luka.
3. Mengoleskan petroleum jelly
Mempercepat proses pengeringan luka dapat dilakukan dengan mengoleskan potreleum jelly. Jelly ini juga bisa mencegah terbentuknya jaringan parut di area luka kamu.
4. Mengonsumsi obat
Rasa nyeri akan timbul bersamaan dengan luka tersebut, kamu bisa meredakannya dengan mengonsumsi ibuprofen dan paracetamol. Selain minum obat, kamu harus menghindari aktivitas yanag dapat memperparah luka, seperti mengelupas luka secara sengaja dan menggaruknya.
Jika berbagai perawatan luka biasa hingga bernanah yang dilakukan di rumah tidak mempan dan tidak membuatnya sembuh, kamu harus segera ke dokter untuk mengetahui apa penyebab luka tidak kunjung sembuh. Dokter akan meresepkan obat dan menindaklanjutinya sesuai prosedur kesehatan.